Seputar Aneka Ragam

Desa Maju Tidak Identik Punya Mall

 

Hal itu dikatakan Yulianto ketika berbicara selaku narasumber pada workshop penguatan desa mandiri di Pendopo Kecamatan Kutoarjo Rabu (9/9).  Hadir pula Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik DR Drs H Akhmad Kasinu MPd, Kepala Badan KBPM Sumharjono S.Sos MM, Kabag pemerintahan Drs Jaka Setyanta, dan dinas instansi terkait.

Ia mencontohkan Pemda Bali tidak pernah bersepakat dengan pihak manapun ketika Bali diusulkan akan diangunkan tarnsportasi kereta dan desa yang akan dibangunkan jembatan, sehingga akan menjadi seperti kota. “Dengan keberaniannya menolak untuk tetap menggali potensi yang ada dan melestarikan budaya maupun keasrian alamnya, justru Bali menjadi tujuan wisata dunia,”ujar Yulianto.

Demikian juga desa wisata yang ada di Yogyakarta, juga banyak memiliki keunggulan, karena berani melestarikan dan memberdayakan masyarakat untuk menggali potensi desa dan mengembangkan. Bahkan di daerah Cilembu Jawa Barat terdapat ubi cilembu yang pemasarannya sampai ke Jepang dengan harga yang sangat tinggi mencapai Rp.200 ribu perkilonya. Keunggulan-keunggulan semacam itu harus dilestarikan, jangan sampai tanah Cilembu didirikan bangunan.
Maka ia menegaskan pentingnya desa mandiri arahnya desa yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Namun desa jangan jadi kota, kalau infarstruktur boleh jadi kota tetapi kearifan lokal tetap harus dijaga seperti gotong royongnya maupun potensi desa,” tandas Yulianto yang juga sebagai Dosen UII Yogyakarta.

Untuk itu lanjut Yulianto, diperlukan perencanaan desa bukan sekedar membuat peta rencana, namun merencanakan memformulasikan dan mengarahkan harapan bersama, yakni kuncinya sinerji, komunikasi dan partisipasi. Harapan desa lestari dengan adanya infrastruktur tangguh, komunitas guyub, pertanian kuat, desa asri. “Hal ini harus seimbang, infrastruktur tangguh kalau masyarakatnya tidak guyub, pasti jadi tidak nyaman. Maka pentingnya duduk bersama untuk menuju desa mandiri,”paparnya.

Sementara itu pakar pengembangan potensi ekonomi desa DR Drs Nur Feriyanto MSi mengatakan, desa menjadi perhatian pemerintah, karena problem negara cukup berat. Sehingga desa yang akan diberdayakan menggali dan mengembangkan potensi di desa masing-masing. Kalau semua bisa bergerak dari desa, maka luar biasa ekonomi menjadi besar dan kuat dari mulai desa kecamatan kabupaten provinsi hingga ke tingkat pusat. “Tidak ada desa yang tidak punya potensi, apalagi untuk tujuan mulia meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tinggal bagaimana desa mengelolanya,” tandasnya.

Menurut Feriyanto, kalau desa kuat ekonomi kuat, maka tidak akan menggantungkan yang lain. “Kalau menggantungkan dalam jangka pendek tidak apa-apa, tetapi kalau jangka panjang, jadinya desa miskin,”ujarnya. Justru dengan menggali potensi maka dapat dikembangkan, sehingga menjadi potensi unggulan. Untuk pengembangan potensi desa yang harus dilakukan menginventarisir  potensi  ekonomi yakni apa saja yang dimiliki oleh desa, lalu inventarisir permasalahan kehidupan yang terjadi di desa, dan juga menentukan langkah-langkah pengembangan sesuai potensi yang dimiliki desa dan permasalahan, kebutuhan yang dirasakan selama ini.

Sementara itu Kepala Badan KBPM Sumharjono SSos MM mengatakan, upaya pengentasan kemiskinan di desa, maka akan segera dibentuk Posdaya yang ditangani langsung oleh masyarakat. Arahnya semua kegiatan ditangani masyarakat, karena kalau semua yang nangani Satker malah tidak akan selesai, tetapi dengan Posdaya diharapkan  masyarakat lebih memahami kondisi desa, sehingga dapat dilaksankan dengan baik. Demikian juga untuk PAUD yang sasarannya semua desa harus mempunyai PAUD, maka akan dibentuk juga PAUD Posdaya agar semua kegiatan ditangani langsung masyarakat.

Kegiatan work shop tersebut merupakan kerjasama BKBPM dan UII Yogyakarta, yang bertujuan untuk memberikan pembekalan materi kepada kepala desa dan perangkat desa dan camat terkait perencanaan pengembangan wilayah, pengelolaan keuangan desa dan aspek hukum pertanggungjawabannya. Juga untuk mendorong terwujudnya desa mandiri yang sesuai dengan perencanaan pengembangan wilayah dan mewujudkan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel. Work shop yang diikuti 100 peserta tersebut berlangsung hingga sore hari.

Berita Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim
Seputar Aneka Ragam

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim

Rabu, 11 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menghadiri Pengajian akbar dan pemberian santunan anak yatim dal....