Seputar Aneka Ragam

Ditopang PAD, Kantor Desa Keponggok Tampil Beda

Dari kejauhan, orang akan merasa biasa-biasa saja karena bangunan utama masih tertutup pohon yang ada di depan kantor. Selain itu keberadaan pagar yang kusam serta lokal bangunan bekas Sekolah Dasar yang belum digarap menjadikan orang tidak akan merasa istimewa akan lokasi itu.

Namun saat memasuki halaman kantor desa, kita akan terkesima dengan keberadaan kantor yang telah berkeramik bersih. Pintu utamanya pun tidak terbuat dari kayu, namun didominasi kaca yang dibalut besi dibagian pinggirnya. Hawa panas di halaman kantor akan langsung hilang, karena seluruh ruangan ternyata mendapat pasokan udara dingin dari air conditioning (AC).

"Kami mengubah tampilan kantor desa ini sejak tahun 2014 dan sesuai rencana yang ada beberapa pendukung kantor desa juga akan dibangun hingga tahun 2017," ujar Dwi Ari Ambarwati, Kepala Desa Keponggok.

Dikatakannya, dalam tahap awal pihaknya merombak balai pertemuan, kemudian merembet ke ruang perangkat dan ruang tamu. Di tahun ini pula, akan dibuat Polindes, ruang PKK dan ruang lainnya serta ruang pendukung berupa dapur.

"Terus terang, kenapa kami membangun seperti ini. Karena kami ingin bekerja di tempat yang nyaman. Ini penting sebagai bentuk pelayanan kami kepada masyarakat sehingga apa yang kami lakukan kepada masyarakat itu bisa maksimal," kata Dwi Ari.

Adapun pendanaan yang dikeluarkan untuk pembangunan kantor dan fasilitas lainnya, Dwi Ari menyatakan bahwa sebagian besar dana berasa dari pendapatan asli desa dan didukung adanya dana desa serta bantuan gubernur. "Tapi yang utama tetap pendapatan asli desa, karena pendapatan desa kami cukup besar dengan kepemilikan tanah desa yang cukup luas," tambahnya.

Adapun rencana yang akan dilakukan hingga tahun 2017 nanti meliputi peningkatan pagar dan pemasangan paving blok halaman kantor. "Kami juga akan memanfaatkan bekas SD yang ada di samping kantor desa untuk dipergunakan sebagai gedung PAUD dan tempat aktivitas karang taruna," katanya.

Untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, Dwi Ari juga tengah merancang adanya BUMDes yang akan bergerak di bidang simpan pinjam. "Petani di desa Keponggok sebagian besar adalah petani buruh. Dan mereka membutuhkan modal besar saat melakukan penanaman palawija seperti melon, semangka atau lombok," imbuh Dwi.

Program lain yang juga dalam proses adalah pengucuran bantuan alat pendukung pertanian berupa mesin diesel pompa air. Akan diberikan kepada kelompok tani, hal ini untuk mendukung peningkatan produksi palawija saat memasuki musim tanam ketiga.

 

Berita Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim
Seputar Aneka Ragam

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim

Rabu, 11 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menghadiri Pengajian akbar dan pemberian santunan anak yatim dal....