Seputar Aneka Ragam

Pj Bupati Buka Workshop Penyelamatan Penyu Dan Mangrove

Menurut Pj Bupati Purworejo, apa yang dilakukan oleh Komangjo merupakan susuatu yang luar biasa. Di saat masyarakat bingung bahkan tidak paham tentang potensi wilayahnya yang bisa diberdayakan, muncul komunitas-komunitas yang mempunyai kepedulian dan jiwa sukarela, untuk memikirkan bagaimana menyelamatkan mangrove dan penyu di wilayahnya.

Pj Bupati Purworejo menambahkan, dalam membangun suatu daerah agar dapat lebih maju, tentunya tidak mungkin semuanya diserahkan kepada pemerintah saja, karena yang dimilik pemerintah serba terbatas. Menurutnya, pembangunan akan berhasil apabila peran swasta dan masyarakat muncul bersama-sama. “Inilah wujud kebersamaan yang diwujudkan oleh komunitas-komunitas. Apabila hanya menunggu pemerintah ya tidak bisa, semuanya serba terbatas,” katanya.

Lebih lanjut Pj Bupati Purworejo mengatakan, pertemuan ini hendaknya dimanfaatkan untuk bersama-sama bertukar fikiran, bagaimana caranya agar mangrove dan penyu agar tidak punah dan dapat berkembang. “Kita rembugan bareng-bareng, wonten daerah mriki wonten potensi mangrove lan penyu, pripun carane ben mboten punah, lajeng bisa berkembang, syukur-syukur bisa diopeni, diberdayakan warga, menghasilkan ekonomi warga,” ujarnya

Ketua Komangjo Foundation, R Imam Ciptadi mengatakan, banyak warga masyarakat yang tidak menyadari bahwa pantai selatan Purworejo, merupakan tempat pendaratan dan tempat bertelur penyu. Workshop ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat tentang keberadaan penyu, selain juga untuk menunjang program pemerintah dalam penyelamatan dan konservasi penyu.

Imam menambahkan, langkah untuk menyelamatkan penyu dapat dilakukan dengan cara mengamati daerah tempat bertelur penyu, kemudian dibawa ke tempat penetasan. Setelah menetas dan dapat beradaptasi dengan lingkungan, penyu tersebut langsung dilepas kembali ke laut. Setelah pelatihan ini diharapkan masyarakat dapat mulai menyadari, bahwa dibutuhkan banyak sekali habitat alam  disepanjang pantai Purworejo, terutama mangrove yang juga merupakan pelindung pantai dari gelombang laut.

“Diharapkan dapat tumbuh keinginan untuk membuat bibit mangrove, memelihara hutan mangrove, sekaligus menjaga habitat ekosistem yang ada didalamnya, termasuk salah satunya penyu. Sehingga keadaan pantai purworejo dapat sesuai dengan slogan Komanjo Foundation, biru lautku dan hijau pesisirku,” harapnya.

Kepala Lingkungan Hidup Purworjo menjelaskan, kegiatan ini merupakan satu rangkain dari kegiatan memperingati hari cinta puspa dan satwa di Kabupaten Purworejo.  Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama yang sangat baik antara Kantor Lingkungan Hidup Purworejo dan Komangjo. “Alasan kenapa dilaksanakan di Jatikontal adalah, karena ada warga Jatikontal yang bernama pak Sudiro, yang mendapatkan penghargaan tingkat provinsi sebagai pelestari mangrove di pesisir selatan,” jelasnya.

Bambang menambahkan, Peserta workshop berasal dari dinas instansi terkait, Ibu-Ibu PKK, pelaku pelestari penyu dan anggota Destana (Desa Tangguh Bencana). Nara sumber yang dihadirkan berasal dari Pantai Samas Bantul dan Pantai Trisik Kulon Progo Yogyakarta. Setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan warga masyarakat di tepi pantai di Kabupaten Purweorejo, minimal mengenal bahwa didaerahnya potensial untuk pengembangan tanaman mangrove maupun budidaya penyu.

Berita Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim
Seputar Aneka Ragam

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim

Rabu, 11 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menghadiri Pengajian akbar dan pemberian santunan anak yatim dal....