Seputar Aneka Ragam

Kegiatan Keserasian Sosial Senilai Rp 600 Juta Diresmikan

 

Kepala Dinsosnakertrans Drs Sutrisno MSi menjelaskan, program keserasian sosial berbasis masyarakat merupakan bentuk kegiatan kesejahteraan sosial baik fisik maupun non fisik, yang melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan pengawasan agar tercipta kehidupan sosial yang harmonis dan penuh persaudaraan. Sehingga memiliki  semangat saling menghargai, saling menghormati antar anggota dan komunitas masyarakat dan tanpa membedakan golongan, asal usul serta lainnya. Sedangkan tujuan kegiatan tersebut, untuk mewujudkan integrasi sosial diantara kelompok masyarakat.

Kegiatan keserasian sosial tahun ini lanjut Sutrisno, pembangunan jalan rabat beton di lima desa yang masing-masing desa mendapatkan anggaran dana Rp 109 juta. Dalam pelaksanaannya  masyarakat ikut berperan dengan swadaya berupa tenaga, konsumsi, dan material. Desa Wingkomulyo Kecamatan Ngombol membangun jalan rabat beton  panjang 500 meter dengan tambahan swadaya masyarakat sebesar Rp 5,8 juta,  Desa Kroyo Lor (Gebang) membangun jalan sepanjang 500 meter swadaya Rp 10 juta, Desa Kaliwungu (Bruno) membangun jalan 500 meter swadaya Rp 25 juta.

Sedangkan Desa Bedonokluwung Kecamatan Kemiri untuk pembangunan jalan rabat beton panjang 250 meter dan pembangunan talud jalan panjang 122 meter, dengan tambahan swadaya Rp 27 juta. Desa Ngargosari Kecamatan Loano untuk pembangunan jalan rabat beton panjang 200 meter dan saluran irigasi 350 meter, dengan tambahan swadaya masyarakat sebesar Rp 5 juta. “Untuk pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan masyarakat setempat melalui forum keserasian sosial yang didampingi 3 orang pendamping dari TKSK,” paparnya.

Pj Bupati Agus Utomo S.Sos mengharapkan, dengan dibangunnya jalan, talud, dan irigasi, agar terus dirawat dijaga dan dilestarikan. Perawatan sangat penting untuk dapat terus digunakan bagi kepentingan masyarakat, terutama dalam peningkatan perekonomian desa yang tujuannya untuk kesehateraan masyarakat. “Maka kebersamaan dan kegotong royongan di desa supaya ditumbuhkan, dengan harapan lebih mudah mencapai pembangunan desa untuk kemajuan desa dan masyarakatnya,” harapnya.

Menurut Agus Utomo, kerukunan merupakan kunci kesejahteraan maka pentingnya semua menjaga kerukunan. “Tuhan akan memberikan apa yang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan. Kebutuhan dan keinginan itu beda tipis, maka dibutuhkan kesabaran. Tuhan akan memberikan bisa sekarang, bisa besok, dan bisa pada waktu yang tepat. Disamping itu dalam hidup untuk selalu mensyukuri dan menikmati. Jika ditanamkan itu dalam hidup, Insyaallah akan kepenak menjalaninya,” tuturnya.

Secara terpisah TKSK Kabupaten Purworejo Agus Susilo AMd mengatakan, eksistensi dari keserasian sosial untuk pencegahan terjadinya konflik sosial dan atau pengulangan kembali konflik sosial yang pernah terjadi, serta untuk menumbuhkan kembali semangat kegotongroyongan dan nilai-nilai kearifan lokal yang ada. “Untuk pelaksanaan pembangunannya di lima desa rata-rata hampir sama sekitar dua bulan sampai tiga bulan. Bahkan masyarakat sangat antusias dengan adanya kegiatan keserasian sosial,” ujar Agus yang didampingi TKSK Ngombol Rr.Erna Kusumawati AMd.

Berita Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim
Seputar Aneka Ragam

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim

Rabu, 11 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menghadiri Pengajian akbar dan pemberian santunan anak yatim dal....