Seputar Aneka Ragam

Upsus Swasembada Pajale, Kepala BPPSDMP Temui Bupati

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Ir. Pending Dadih Permana M Ec Dev, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin sebagai pembina atau penanggungjawab upaya khusus (upsus) swasembada pajale dari Kementerian pertanian. “Purworejo merupakan yang potensial dan merupakan salah satu penyangga dari 13 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Jawa tengah merupakan penyangga stok pangan nasional, baik beras dan beberapa komoditas pertanian lainnya,” jelasnya.

Pending menambahkan, pihaknya telah menfasilitasi pelatihan bagi penyuluh, untuk bisa mendampingi petani agar lebih akseleratif lagi dalam mengelola kegiatan usahanya. Pelatihan yang dilakukan sekarang tidak lagi mengundang ke Balai Besar, tetapi dilakukan dengan cara mendekatkan pelatihan ke tempat mereka bekerja.

“Ada 120 penyuluh yang kita latih. Sudah tujuh pelatihan kita lakukan. Pelatihan sekarang tidak dilakukan dengan mengundang untuk berlatih ke balai-balai besar, tetapi sekarang kita dekatkan pelatihan dengan tempat mereka bekerja yang dikenal dengan on job training. Substansi pelatihan yang diberikan juga tematik, jadi apa yang dibutuhkan di Purworejo itulah yang kita latihkan,” katanya.

Lebih lanjut Pending menambahkan, tugas BPPSDMP adalah mencarikan peluang produktif bagi petani kita, sehingga petani menjadi sejahtera secara bertahap. Yakni, dengan meningkatkan produksi, memastikan pasar dengan harga yang baik. Menurutnya, pembangunan pertanian tidak bisa selesai dengan Kementerian Pertanian saja, tetapi seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama.

“Kawal komoditas pangan, baik dari nabati maupun hewani. Artinya padi, jagung, kedelai termasuk ternaknya. Ternak tidak hanya sapi, termasuk sumber protein hewani yang lainnya juga kita coba dorong,” tuturnya.

Bupati Purworejo, Agus Bastian SE MM mengatakan, Purworejo harus senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan bidang pertanian melalui penyuluh-penyuluh dan PPL. Ia berharap melalui penyuluhan, petani dapat lebih baik lagi dalam melakukan proses tanam dan menjadi lebih produktif. “Saya berharap penyuluh-penyuluh ini dapat memberikan arahan terhadap petani, sehingga petani dalam melakukan proses tanam akan menjadi lebih baik dan produktif,” katanya.

Bupati menambahkan, saat ini telah banyak tenaga pertanian yang beralih profesi ke bidang industri dan tenaga kerja diluar. Hal itu menurutnya telah menyebabkan kesulitan untuk mencari tenaga pertanian, baik disaat tanam maupun memanen. Modernisai pertanian menurutnya sangat membantu untuk mengatasai permasalahan tersebut.

“Sekarang sudah banyak yang beralih ke industri dan menjadi tenaga kerja di luar daerah. Sehingga sekarang ketika waktunya tanam kesulitan tenaga. Dengan adanya alat Indo Jarwa Transplanter juga sangat membantu mengatasi kesulitan petani dalam mencari tenaga menanam. Saya berharap kedepan tidak hanya padi saja,” tuturnya.

Bupati juga merasa prihatin dan menyayangkan Bulog yang tidak bisa menjaga kestabilan harga gabah. Pada saat waktu panen, harga gabah dipasaran sering anjlok. Menurutnya, Bulog seharusnya dapat memaklumi apabila harga gabah anjlok karena kadar air mencapai 30 persen.

“Saya sangat prihatin sekali, pada saat panen raya tetapi harga gabahnya anjlok. Dalam waktu dekat saya juga akan menemui Bulog, dan menanyakan sebenarnya apa yang menjadi sebab harga menjadi anjlok. Apa karena kadar airnya. Kalau karena kadar air kan bisa biberi penyuluhan tentang kadar air, mana yang bisa masuk mana yang tidak. Saya kira kalau di daerah-daerah lain tidak seperti itu, kalau kadar air sampai 30 persen, ya Bulog mau memaklumi itu,” tegasnya.

Berita Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim
Seputar Aneka Ragam

Peringati Tahun Baru Islam, Kecamatan Butuh Gelar Pengajian dan Beri Santunan Kepada Anak Yatim

Rabu, 11 September 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menghadiri Pengajian akbar dan pemberian santunan anak yatim dal....