News

PKK Wironatan Padukan Gojek Lesung dan Dolalak

TP PKK Desa Wironatan Kecamatan Butuh tampil beda dalam menyambut Tim penilai dari TP PKK Kabupaten Purworejo. Berbagai kesenian tradisional disuguhkan dari mulai kesenian rebana hadroh, dolalak anak TK, dan dewasa, drumband, bahkan anggota PKK memainkan kesenian gojek lesung yang dipadukan dengan dolalak.

            Dalam kesenian gojek lesung tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Purwoejo Ny Fatimah Verena Prihastyari Agus Bastian SE berkesempatan memainkan gojek lesung bersama Camat Butuh Wasit Diyono SSos, Ketua PKK kecamatan Ny Pipit Purnaning Yustianti, Kepala Desa Wironatan Kartijo, Ketua TP PKK desa Ny Marsiyem, dan sejumlah pengurus PKK.

            Ny Fatimah mengaku bangga dengan PKK Wironatan yang berkreatif memadukan kesenian tradisional gojek lesung sekaligus mengiringi tari dolalak. Lebih mengagumkan lagi yang menari dolalak dibawakan anggota PKK sendiri. “Selain itu berbagai kesenian tradisional yang masih melekat di desa, selaras dengan konsep Bapak Bupati yakni dengan kesenian akan muncul kebahagiaan baru kemudian beraktifitas, yang menumbuhkan semangat untuk bekerja dan membangun Kabupaten Purworejo sesuai bidangnya masing-masing,” ujarnya.

            Dikatakan, kesenian juga masuk dalam program PKK Poja I tentu agar terus dilestarikan. Tidak saja merupakan budaya turun temurun dari nenek moyang, namun juga memiliki nila-nilai luhur yang dapat diterapkan dalam bermasyarakat. Gojek lesung yang menggambarkan kegotongroyongan dalam menumbuk padi, kesenian rebana hadroh yang membawakan nilai-nilai dakwah, dan kesenian lain tentu masing-masing memiliki makna yang baik untuk kehidupan bermasyarakat.  

            Terkait penilaian 10 program pokok PKK kata Ny Fatimah, tidak hanya pada program Pokja I hingga Poka IV, tetapi meliputi semua termasuk sekretariat, keuangan, dan tertib administrasi. Tujuannya untuk mengkroscek secara langsung kegiatan PKK di desa sekaligus mensinkronkan kegiatan PKK kabupaten, kecamatan, dan desa. Penilaian ini untuk menentukan juara kabupaten yang akan disiapkan maju lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah.

            Untuk itu lanjutnya, dibutuhkan kegiatan yang inovasi yang memiliki keunggulan dan berbeda dengan yang lain. Terutama dapat memberdayakan masyarakat untuk mau maju meraih kesejahteraan. “Tentunya merubah mindset tidak mudah tetapi harus dimulai, dari hal yang kecil hidup bersih sehat, memanfaatkan pekarangan, mengembangkan ketrampilan yang sudah dilatihkan dari PKK kabupaten,” tutur Ny Fatimah.

            Camat Butuh Wasit Diyono mengatakan, Tim penilai kabupaten ini disambut kesenian, sebagai penghormatan bagi tamu sekaligus menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih menjadi magnet untuk dibudayakan. “Kesenian ini belum seberapa yang ditampilkan masih banyak yang lain seperti kesenian thek-thek, kethoprak, lawak, orgen tunggal. Desa Wironatan ini bisa dikatakan gudangnya kesenian tradisional yang masih melekat di masyarakat,” jelasnya

Sedangkan PKK Desa Wironatan menurut Wasit, programnya berjalan sangat baik. Pemerintah desa juga mendukung dengan melibatkan PKK dalam setiap memajukan masyarakat desa. Termasuk dalam gerakan tanam cabe, telah berhasil hingga menjual cabe untuk peningkatan pendapatan secara ekonomi. “Desa Wironatan ini PKKnya maupun Pak Lurahnya, semua mrantasi. Maka tak heran jika Desa Wironatan juga meraih Juara I tingkat Kabupaten Purworejo pada lomba Lingkungan Bersih dan Sehat  (LBS),” tandas Wasit.

            Sementara itu Marsiyem menjelaskan, kegitan PKK hampir disemua RW/RT/Dasa wisma dilaksanakan secara rutin. Seperti kegiatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) berupa olahan makanan ringan berbahan baku lokal, kegiatan pemahaman keluarga sadar hukum,  pemantauan kesehatan Baltia, ibu hamil, posyandu lansia. Juga pembinaan kesenian tradisional sekaligus PKK berperan serta melestarikan untuk nguri-uri budaya desa Wironatan.

            Sementara itu Kades Kartijo menegaskan akan selalu mendukung kegiatan PKK, juga mendukung kesenian tradisional yang ada, dan program kegiatan yang lain. Sepanjang itu merupakan masukan dari masyarakat dan jelas kemanfaatannya, tentu akan menjadi pertimbangan untuk didukung dengan APBDes. Seperti PKK untuk tahun ini dianggarkan lebih meningkat dibanding tahun sebelumnya. Bahkan untuk kesenian tradisional selain dimasukkan dalam APBDes juga swadaya. Yakni dengan mengiur per anggota Rp.10.000, dan juga mendapatkan sumbangan dari perantau asal desa sini,” ujarnya.     

Berita Terpopuler

Purworejo Fair 2019 Jakarta, Perkenalkan Potensi Purworejo
News

Purworejo Fair 2019 Jakarta, Perkenalkan Potensi Purworejo

Senin, 29 Juli 2019

Sejumlah tokoh Diaspora Purworejo yang tinggal di berbagai kota khususnya di Jakarta, bekerja sama d....


Bupati Resmikan Pasar dan Sekolah Dari Anggaran DD
News

Bupati Resmikan Pasar dan Sekolah Dari Anggaran DD

Selasa, 23 Juli 2019

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM meresmikan dua proyek desa yang dibiayai menggunakan anggaran Da....


Berbagai Penghargaan Diserahkan Dalam Puncak Peringatan Harganas Kabupaten Purworejo
News

Berbagai Penghargaan Diserahkan Dalam Puncak Peringatan Harganas Kabupaten Purworejo

Selasa, 23 Juli 2019

Berbagai penghargaan dalam rangka peringatan Harganas, baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi Jawa T....