News

Belum Semua RT Miliki Sanitisasi

Masalah kesehatan tentu sudah menjadi kebutuhan wajib, termasuk adanya sanitasi yang sesuai standart kesehatan.  Disamping itu juga harus disertai dengan sosialisasi yang langsung mengena kepada sasaran, untuk memberikan pemahaman pentingnya memiliki sanitasi. Karena belum semua Rumah Tangga (RT) memiliki sanitasi. Ini merupakan kendala untuk dapat mewujudkan Open Defication Free (ODF) atau bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

                Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Yuli Hastuti SH pada kegiatan workshop Sanitasi Lokal Berbasis Masyarakat (STBM), di Puskesmas Maron Loano. Hadir pula Camat Loano Laksana Sakti AP MSi, Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3L) Dinkes Kab Purworejo dr Darus, Forkopimda, Kepala Puskesmas Loano dr Dewi, dan dinas instansi terkait.

                Lebih lanjut Yuli Hastuti mengatakan, perilaku buang air besar sembarangan yang masih banyak terjadi di tengah masyarakat, disebabkan oleh banyak faktor, antara lain karena rendahnya taraf perekonomian dan tingkat pendidikan masyarakat, serta kurangnya kesadaran dalam menjaga kesehatan. Ketiga faktor tersebut memicu munculnya sikap pragmatis untuk melakukan sesuatu yang paling mudah dan murah, namun tidak berpikir akibat yang akan ditimbulkannya.

Menurutnya, untuk dapat mewujudkan ODF atau bebas BABS pada desa dan kelurahan, maka dibutuhkan solusi. Tentunya pemerintah desa dapat menggunakan dana desa untuk pembangunan sanitasi. “Karena rumah tangga yang belum memiliki jamban, masih tergolong keluarga tidak mampu. Untuk itu, agar desa membantu dukungan anggaran yang diperkuat dengan SK agar tidak menyalahi aturan. Dengan SK supaya nantinya dapat untuk melaksanakan kegiatan pembangunan sanitasi,” harap Yuli Hastuti.

Camat Laksana Sakti mengatakan, buang air besar sembarangan masih menjadi kebiasaan sebagian masyarakat, seperti di sungai, di kolam ikan, dll. Tentu ini sangat membahayakan kesehatan baik bagi keluarga maupun bagi lingkungannya. “Untuk mengubah perilaku tidak sehat itu, memang masih susah. Tapi kami bersama puskesmas dan melibatkan TP PKK, terus melakukan sosialisasi. Maka kami mengundang narasumber kepala desa dari wonosobo yang telah meraih juara nasional ODF. Harapannya agar kedepan tidak ada lagi, rumah tangga di wilayah Kecamatan Laono yang buang air besar sembarangan,” ujarnya.

                Sementara itu dr Darus menjelaskan, kebiasaan BABS berpengaruh buruk pada kualitas kesehatan masyarakat. Bahkan kebiasaan itu dapat menimbulkan penyakit menular yang menyerang saluran pencernaan. Hasil penyelidikan epidemologi pada beberapa kejadian luar biasa diare di sejumlah desa di Purworejo, diduga akibat kebiasaan BABS. “Desa kelurahan di Kabupaten Purworejo yang menyandang status ODF sampai dengan pertengahan 2019 ini, baru mencapai 121 dari 494 desa. Pemkab menargetkan Purworejo bebas BABS, tetapi yang menjadi kendala saat ini belum ada satupun kecamatan yang ODF. Maka sosialisasi terus kami gencarkan,”

Berita Terpopuler

Kampung KB Candisari Jadi Percontohan Tingkat Provinsi
News

Kampung KB Candisari Jadi Percontohan Tingkat Provinsi

Selasa, 18 Juni 2019

pemerintahan


Loano Launching Klinik Konsultasi Dana Desa
News

Loano Launching Klinik Konsultasi Dana Desa

Rabu, 19 Juni 2019

pemerintahan


Siltap Akan Dibarengi Pengawasan Kinerja
News

Siltap Akan Dibarengi Pengawasan Kinerja

Senin, 24 Juni 2019

pemerintahan