Get Adobe Flash player
Home News Serba serbi Adakan Merti Desa, Warga Wonosido Bagikan 3.860 Ingkung

Adakan Merti Desa, Warga Wonosido Bagikan 3.860 Ingkung

Sebanyak 3.860 ingkung ayam dibagikan dalam rangka merti desa atau sadranan sedekah bumi atau tasyakuran warga Desa Wonosido, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Kamis (7/9). Kegiatan yang diadakan setiap tiga tahun itu bertujuan untuk memohon kepada Tuhan, agar warga Wonosido diberikan kesehatan dan rejeki yang melimpah serta segala yang di cita-citakan dapat tercapai.

Dalam gelar tasyakuran itu, warga Desa Wonosido membuat 32 ambeng atau ancak (tempat makanan dan minuman) besar yang berisi ratusan ingkung ayam di setiap ancaknya. Berdasarkan laporan panitia, dari jumlah 32 ambeng itu terdapat 3.860 ingkung ayam yang dipajang secara berjajar mengelilingi ancak. Di ancak tersebut juga dilengkapi aneka buah dan dan sayuran serta jajanan pasar dan berbagai masakan matang yang dibuat oleh warga.

Hadir dalam dalam acara tersebut Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM, Asisten I Sekda Purworejo Drs Murwanto, Asisten II Sekda Purworejo Gandi Budi Supriyanto SSos, Asisten III Sekda Purworejo Drs Muh Wuryanto MM, Kabag Humas dan Protokol Setda Agung Wibowo AP, Muspika Kecamatan Pituruh dan ribuan tamu undangan serta masyarakat umum.

Bupati mengatakan, selain bertujuan sebagai tanda syukur, merti desa juga bertujuan untuk uri-uri budaya tradisi masyarakat yang harus terus dipertahankan. Selain itu juga sebagai sarana perekat tali silaturami antar warga masyarakat.

Dia berharap kedepan agar kegiatan seperti merti desa ini dapat dikemas sedemikian rupa agar lebih menarik. Merti desa bisa dikembangkan sebagai atraksi wisata yang menjadi salah satu potensi desa. Jadi tidak hanya sekedar syukuran biasa.

Apalagi, lanjut Bupati, mengingat Purworejo telah mencanangkan Romansa Purworejo 2020 atau tahun kunjungan wisata tahun 2020. Memang setiap desa diharuskan untuk mempunyai produk wisata unggulan, yang bisa ditawarkan kepada para wisatawan nantinya.

“Saya berharap kedepan kegiatan ini bisa dikembangkan sebagai atraksi wisata. Karena kita telah mencanangkan Romansa Purworejo 2020, setiap desa harus mampu menyuguhkan atraksi-atraksi wisata,” katanya.

Namun menurut Bupati, merti desa yang sudah diadakan kali ini sudah lebih baik daripada merti desa tahun sebelumnya. Kali ini merti desa dikemas dengan adanya tari-tarian. Menurutnya hal membuat merti desa kali ini semakin menarik untuk ditonton.

Dimasa yang akan datang, dia berharap  bisa dikemas dalam acara yang khusus, seperti acara ritual sehingga akan semakin menarik. “Ini perlu pembinaan dan perlu penambahan wawasan kepada mereka agar dalam melakakan kegiatan ini bisa lebih tertata. Seperti koreografernya perlu ditata lagi,” imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan merti desa dengan menyajikan ambeng atau ancak dengan ribuan ingkung sangatlah menarik dan bisa dijual sebagai daya tarik wisata. Apalagi kalau diselenggarakan dihari libur, dimungkinkan akan lebih banyak lagi yang menyaksikan.

“Kalau digelar pada hari libur Sabtu atau Minggu mungkin akan lebih ramai lagi yang datang. Ini bisa di jual. Dengan 3.800 ingkung, ini sangat menarik sekali. Acara seperti ini diluar daerah saya kira masih jarang,” pungkasnya.

Kepala Desa Wonosido, Sutopo menjelaskan, merti desa atau tasyakuran bertujuan untuk menghormati para leluhur yang sudah membuka lumbung atau lahan rejeki bagi Desa Wonosido. Merti desa atau selamatan desa itu merupakan kegiatan atau tradisi yang rutin dilakukan tiap tiga tahun sekali.

“Ada enam desa di wilayah Kecamatan Pituruh dan Kecamatan Bruno yang menyelengarakan merti desa. Yaitu, Desa Wonosido dan Desa Pamrihan Kecamatan Pituruh. Sedangkan di Kecamatan Bruno, meliputi Desa Kemranggen, Karanggedang, Gunung Condong dan Cipedak,” terangnya.

Dikatakan, pembuatan satu ambeng atau ancak yang terdiri dari 4-6 orang warga menghabiskan biaya 8 juta hingga 21 juta. Masing-masing ambeng terdiri dari tumpeng, rujak degan, jajan rakan, gilik pitu, jenang abang putih dan periringan. Dalam kegiatan merti desa itu juga dihadirkan hiburan Tayuban dari Wonosobo.

Secara keseluruhan, anggaran untuk pembuatan ancak beserta ingkung menghabiskan sekitar 288 juta. Dia dan seluruh warga Desa Wonosido berharap, kegiatan merti desa akan terus diadakan setiap tiga tahun sekali.

“Insya Allah kegiatan ini akan diadakan setiap tiga tahun sekali. Itu merupakan ambisi dari warga desa Wonosido. Harapannya, kedepan desa Wonosido bisa berkembang dan juga masyarakat ayem tentrem. Karena sebagian besar petani, mudah-mudahan apa yang ditanam bisa tumbuh dan menghasilkan,” imbuhnya.

 

Tambah komentar

Berikan komentar Anda dengan santun dan membangun...Terima kasih


Security code
Refresh

WAKIL BUPATI

Sub Domain Instansi

Layanan Publik Online

sirup.lkpp.go.id


sirup.lkpp.go.id


lpse.purworejo.go.id


jdih.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


Yang Online

Ada 67 tamu online