Get Adobe Flash player
Home News Seputar Pendidikan Pemkab Rencanakan Akan Bangun SMA/SMK Negeri Di Kaligesing

Pemkab Rencanakan Akan Bangun SMA/SMK Negeri Di Kaligesing

Pemkab Purworejo merencanakan akan membangun SMA atau SMK Negeri di Kecamatan Kaligesing. Hal itu dilakukan, agar lebih menarik minat pelajar lulusan SMP dari Kaligesing untuk melanjutkan ke jenjang SMA atau SMK. Sehingga diharapkan, pelajar lulusan SMP tidak putus sekolah karena alasan jarak sekolah yang jauh.

“Hingga saat ini belum ada SMA maupun SMK Negeri di Kaligesing, yang ada baru SMA Muhamadiyah. Pemkab akan berusaha mengusahakan agar Kaligesing memiliki SMA atau SMK,” kata Asisten Administrasi dan Kesra Setda Purworejo, Drs Muh Wuryanto MM.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri pengajian akbar dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan gedung SMK Maarif NU Kaligesing dan Pondok Pesantren (PP) Daarud Tauhied 9 di Desa Tawangsari, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Rabu (6/9).

Namun menurutnya, untuk mendirikan SMA atau SMK memerlukan waktu yang cukup lama karena saat ini kewenangan mendirikan SMA dan SMK ada ditangan Gubernur.

“Namun apabila sebelumnya ada masyarakat maupun lembaga seperti Maarif, Muhamadiyah dan lembaga lain tentu akan kita dukung. Masalah perijinan tidak akan dipersulit, hanya membutuhkan waktu saja,” tambahnya.

Terkait bantuan sekolah, Wuryanto menjelaskan, pemerintah akan membantu sekolah negeri maupun swasta yang telah resmi memiliki ijin. Besaran bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, karena melihat beban dan kebutuhan di masing-masing jenjang.

“Kalau sudah memilik ijin, ada murid, gedung, guru, insya Allah pemerintah akan membantu Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Baik negeri maupun swasta bisa mendapatkan BOS. Untuk SMK bantuan BOS bisa mencapai 1, 4 juta. Jadi pemerintah sangat memperhatikan sekali dunia pendidikan,” imbuhnya.

Dia berharap, dengan adanya SMA atau SMK Negeri di Kaligesing tidak ada lagi anak yang putus sekolah. “Harapannya nanti semua masyarakat disini sekolah. Jangan sampai anak yang masuk usia sekolah tidak sekolah, kita harapkan sekolah sampai SMA,” pungkasnya.

Pendiri SMK Maarif NU Kaligesing, H Sumarno menjelaskan, bangunan SMK Maarif NU Kaligesing dan Pondok Pesantren (PP) Daarud Tauhied 9 tersebut akan berdiri di atas tanah miliknya yang sudah diwakafkan. Dari tanah miliknya seluas 600 m2, dia mewakafkan tanah seluas 300 m2 beserta sebuah rumah yang saat ini digunakan sebagai TPQ.

“Alhamdulilah karena karunia Allah kita punya kelebihan, kita wakafkan tanah beserta rumah yang ada. Tanah yang diwakafkan sekitar 300 m2. Pada pembangunan tahap pertama, dana yang sudah terkumpul dari para donatur sekitar 250 juta,” terangnya.

Sumarno berharap, pada tahun ajaran baru tahun 2018 mendatang SMK Maarif Kaligesing dapat selesai dibangun. Pada tahap pertama pembangunan, ditargetkan dua ruang kelas dapat terealisasi. Pihaknya akan bekerjasama dengan DWC NU dan Ansor sebagai sponsor pembangunan. Dia berharap dengan dibangunnya kedepan tidak ada lagi anak yang putus sekolah ditengah jalan.

“Insya Allah pada tahun ajaran baru tahun depan, kita sudah punya gedung. Saya tidak ingin anak muda sampai harus mikuli (mengangkat,red) kayu atau istilah didesa mblondon. Tetapi harus terampil dan dapat memberikan manfaat bagi orang tuanya.

 

Tambah komentar

Berikan komentar Anda dengan santun dan membangun...Terima kasih


Security code
Refresh

WAKIL BUPATI

Sub Domain Instansi

Layanan Publik Online

sirup.lkpp.go.id


sirup.lkpp.go.id


lpse.purworejo.go.id


jdih.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


Yang Online

Ada 127 tamu online