Get Adobe Flash player
Home News Seputar Pendidikan UN Tidak Tentukan Kelulusan Sekolah

UN Tidak Tentukan Kelulusan Sekolah

Ujian Nasional (UN) untuk tahun akademik 2016/2017 ini, tidak lagi menjadi penentu kelulusan sekolah, seperti tahun-tahun sebelumnya. Kelulusan sekolah saat ini ditentukan sepenuhnya oleh sekolah. Artinya sekarang 100 persen kelulusan siswa siswi, akan ditentukan oleh sekolah. Beda halnya dengan tahun-tahun sebelumnya, kelulusan ditentukan 60 persen dari hasil Ujian Nasional, dan 40 persen dari hasil Ujian Sekolah. Bahkan sebelum itu pernah diterapkan kelulusan sekolah 100 persen berdasarkan nilai dari hasil Ujian Nasional. Meski nilai UN tidak untuk kriteria kelulusan, namun UN harus diikuti.

Pernyataan itu dikatakan Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Purworejo Nur Aziz SPd MPd, saat menjawab pertanyaan wartawan, disela-sela waktu menunggu kunjungan Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH dalam rangka meninjau Ujian Nasional di SMAN 6 Purworejo. Turut mendampimgi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DR Drs Ahmad Kasinu MPd, Ketua Dewan Pendidikan Kasito, dan pengawas SMA/SMK.

Lebih lanjut Nur Aziz mengatakan, kebijakan penentuan kelulusan tersebut lebih pada paradikma baru. Yakni kecerdasan tidak hanya diukur dari akademik, tapi diukur juga dari kecerdasan lain. Seperti kinestetik, linguistik, matematik, spasial, personality, interpersonaliy, termasuk memiliki sikap perilaku yang baik, dll. “Sedangkan UN memiliki peran untuk pemetakan mutu pendidikan dari Kementerian Pendidikan Nasional RI. Maka UN wajib diikuti semua siswa siswi,” katanya.

Bahkan lanjut Nur Aziz, untuk mendaftar sekolah ke Perguruan Tinggi persyaratannya tidak berdasar nilai UN, tapi menggunakan nilai raport semester 1 hingga semester 5, dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang merupakan ujian akhir sekolah. “Untuk ujian ini siswa siswi melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dengan pembagian 3 sesi menyesuaikan komputer yang tersedia, karena jumlah peserta ujian 189 peserta terdiri putra 70 dan putri 119. Setiap sesi diikuti 70 peserta ujian,” jelasnya.

Wakil Bupati Yuli Hastuti SH saat meninjau UNBK mengaku bangga dengan persiapan yang dilakukan jajaran penyelenggara Pendidikan, dari mulai persiapan UNBK hingga pada pelaksanaan. Semua berjalan lancar tanpa ada kendala. “Meskipun sekarang kebijaksanaan pemerintah tentang kelulusan yang menentukan sekolah, saya percaya pasti sekolah akan transparan. Kalau jaman dulu nilai bisa di dongkrak dan dikatrol tapi sekarang tidak bisa. Karena ada panitia, tidak bisa menentukan kelulusan sendiri,” tutur Yuli Hastuti yang meninjau UNBK dibeberapa SMA.

Terkait SMA/SMK/MA/SLB ditarik pemerintah provinsi, Yuli Hastuti berpendapat harus diikuti karena sudah merupakan peraturan pemerintah pusat yang wajib ditaati. Tentunya akan menjadi lebih bagus pendidikan tingkat SLTA, mengingat telah melalui pemikiran dan berbagai pertimbangan, serta proses panjang menuju gabung dengan provins. “Saya berharap jajaran sekolah SLTA tetap bekerjasama dan terjaga silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo. Apalagi letaknya di wilayah sini,” harapnya.

 

Tambah komentar

Berikan komentar Anda dengan santun dan membangun...Terima kasih


Security code
Refresh

Iklan

WAKIL BUPATI

Sub Domain Instansi

Layanan Publik Online

sirup.lkpp.go.id


sirup.lkpp.go.id


lpse.purworejo.go.id


jdih.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id