Get Adobe Flash player
Home News Seputar Pemerintahan Pramuka Bantu Korban Bencana Longsor

Pramuka Bantu Korban Bencana Longsor

Bencana tanah bergerak dan longsor yang melanda Desa Wonotopo Kecamatan Gebang, mengakibatkan puluhan warga terdampak bencana masih bertahan di pengungsian.  Belum diketahui secara pasti apakah warga korban bencana tersebut, akan dapat kembali menghuni rumah masing-masing atau harus direlokasi. Pasalnya masih dalam proses penelitian.

 

Kondisi tersebut terus mengundang keprihatinan berbagai pihak. Salah satu bentuk kepedulian dilakukan Gerakan Pramuka Kwarcab Purworejo dengan memberikan bantuan untuk korban bencana yang amsih mengungsi pada Senin (8/1).

Bantuan diserahkan Wakil Ketua Wakil Ketua Bidang Binamuda Kwarcab Purworejo Soekoso DM SPd, yang langusng diterima Kepala Desa Wonotopo Amat Kozaki. Turut mendampingi Bidang Humas dan Abdimas Eko Sarno BcHk, Margono SIP, Ketua DKC Muhammad Asyim, serta para pengurus dan anggota Ubaloka Pramuka Kwarcab Purworejo.

“Bantuan ini sebagai bentuk peduli dan empati kami kepada masyarakat Desa Wonotopo. Juga untuk meringankan penderitaan yang sedang dialami korban bencana.  Kehadiran Pramuka ini sekaligus memberikan dukungan moral. Apalagi Pramuka memang harus memiliki kepekaan. Termasuk anggota Pramuka tutun langsung ikut serta dalam penanganan bencana alam. Dalam bentuk membersihkan rumah, jalan yang tertutup longsor, dan sejenisnya,” kata Soekoso.

Selain menyerahkan bantuan, Pengurus Pramuka juga meninjau langsung sejumlah rumah serta infrastruktur terdampak bencana. Juga beberapa warga ditemui untuk dimotivasi.

“Musibah ini semoga menjadi anugerah. Paling tidak, tingkat gotong royong jadi lebih tinggi dengan adanya musibah ini,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Desa Wonotopo, Amat Kozaki menjelaskan bahwa bencana tanah bergerak yang terjadi mengakibatkan puluhan rumah rusak berat dan ringan. Saat ini, jumlah pengungsi terdata sebanyak 68 jiwa. “Lokasi pengungsian tidak lagi di posko, tapi sudah di rumah-rumah keluarga atau saudaranya,” katanya.

Menurutnya, pada Minggu (24/12) lalu wilayahnya telah didatangai Tim Geologi Bandung untuk melakukan penelitian kondisi tanah. Sementara hingga saat ini belum ada hasil penelitiannya. Sehingga masih menunggu hasil penelitiannya, apakah lokasi-lokasi yang terdampak itu masih layak ditempati atau warga harus direlokasi. Harapannya segera ada hasil. Terkait ketersediaan logistik pangan, Kozaki mengaku saat ini masih aman. Stok beras yang ada diperkirakan cukup untuk mencukupi kebutuhan sekitar 1 bulan ke depan. Namun, stok lauk pauk kian menipis.

“Tadinya ada dapur umum di empat posko yang difasilitasi oleh Dinas soisial dan BPBD Purworejo, tapi kini sudah terpusat jadi satu dapur umum mandiri di satu posko Balai Desa. Kami masih membutuhkan bantuan apapun bentuknya karena belum tahu sampai kapan warga ini akan bertahan mengungsi. Tentu warga sendiri sudah ingin hidup normal seperti sediakala, namun kami terus mengingtakan untuk bersabar sambil menunggu upaya Pemkab untuk solusinya,” harap Amai Kozaki.

 

Tambah komentar

Berikan komentar Anda dengan santun dan membangun...Terima kasih


Security code
Refresh

WAKIL BUPATI

Sub Domain Instansi

Layanan Publik Online

sirup.lkpp.go.id


sirup.lkpp.go.id


lpse.purworejo.go.id


jdih.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


Yang Online

Ada 41 tamu online