Get Adobe Flash player
Home News Seputar Pemerintahan Penataan Dapil Agar Disesuaikan Karakteristik Daerah

Penataan Dapil Agar Disesuaikan Karakteristik Daerah

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penataan Daerah Pemilihan (Dapil) dan Alokasi Kursi Pemilu 2019 di Aula Hotel Sanjaya Inn Purworejo, Rabu (29/11). Rakor dipimpin oleh Ketua KPU Purworejo, Dulrokhim, menghadirkan tiga narasumber. Masing-masing yakni Kabag Tata Pemerintahan Setda Pemkab Purworejo Kendrasmoko, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapi) Purworejo Sukmo Widi Harwanto, dan Divisi Teknis KPU Purworejo Widya Astuti.

Dalam Rakor terungkap usulan perubahan Dapil dari sejumlah perwakilan partai politik yang menginginkan adanya dinamika baru dalam perpolitikan di Purworejo. Ketua Badan Pemenangan Pemilu  (Bappilu) DPD Partai Nasdem Purworejo, Abdullah, salah satunya.

Menurut Abdullah, dari enam Dapil Purworejo yang terdapat di 16 kecamatan selama ini, masing-masing belum bersesuaian karakteristiknya antara satu kecamatan dengan lainnya. Misalnya Dapil 1 yang terdiri atas Kecamatan Purworejo dan Kaligesing merepresentasikan pedesaan dan perkotaan.

Abdullah juga menilai, wakil rakyat yang didominasi dari Kecamatan Purworejo itu kurang maksimal dalam membawa aspirasi Kecamatan Kaligesing yang bukan tempat asalnya. Pasalnya, Kaligesing yang berada di wilayah pegunungan itu berbeda dalam berbagai hal dengan Kecamatan Purworejo. Seperti karakteristik serta kondisi sosial budaya masyarakatnya.

Menurutnya, Kecamatan Purworejo yang masuk Dapil I dapat digabung dengan Kecamatan Banyuurip yang memiliki karakteristik hampir sama. Untuk Kaligesing dapat digabung dengan Kecamatan Loano pada Dapil lain yang sama-sama wilayah pegunungan. “Jadi menurut saya, penentuan Dapil tidak hanya berdasarkan dari jumlah penduduk, tapi juga berdasarkan kesesuaian karakteristik daerah,” ujarnya.

Dikatakan, suksesnya penyelenggaraan pemilu tidak hanya dalam pelaksanaan pesta demokrasi, melainkan juga out putnya. Jika dapat dilakukan, perubahan Dapil oleh KPU akan menjadi sejarah baru serta mengubah peta perpolitikan yang dinamis di Purworejo. “Saya berharap KPU tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan Pemilu, melainkan juga sukses menghasilkan output Pemilu,” harapnya.

Usulan perubahan Dapil juga disampaikan perwakilan dari Partai Amanat Nasional, Yusron yang menginginkan, KPU dapat meminimalisasi sisa pemilih dalam penghitungan penataan Dapil dan alokasi kursi pemilu 2019. "Mestinya KPU tidak hanya membuat seperti apa adanya dan selesai. Namun perlu skenario dan perhitungan tepat dengan tetap berpegang pada tujuh prinsip yang telah ditetapkan," tandas Yusron.

Sebelumnya, Divisi Teknis KPU Purworejo, Widya Astuti, menyampaikan tujuh prinsip tersebut yakni kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang profesional, proposional, integralitas wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama (coterminus), kohesivitas, dan kesinambungan.

Menanggapi sejumlah usulan tersebut, pihaknya menyatakan akan menampung usulan dan akan menindaklanjuti dalam Rakor berikutnya. Sementara itu, Ketua KPU Drs Dulrokhim, mengatakan bahwa Rakor Persiapan Penataan Dapil merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan KPU Nomor 7 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu. “Tujuan Rakor ini untuk menemukan dan merancang penataan Dapil. Setelah Rakor ini akan dilakukan simulasi penghitungan alokasi, pembuatan draf, dan uji publik,” jelas Dulrohim.

 

Tambah komentar

Berikan komentar Anda dengan santun dan membangun...Terima kasih


Security code
Refresh

WAKIL BUPATI

Sub Domain Instansi

Layanan Publik Online

sirup.lkpp.go.id


sirup.lkpp.go.id


lpse.purworejo.go.id


jdih.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


Yang Online

Ada 159 tamu online