Get Adobe Flash player
Home News Seputar Pemerintahan Ajaran Nyleneh Hendaknya dilaporkan

Ajaran Nyleneh Hendaknya dilaporkan

Bermunculannya ajaran yang mengarah pada rakalisme seperti golongan radikalisme Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang berkedok Islam, kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang ingin membangun Daulah Khilafah Islamiyah di muka bumi. Juga beberapa golongan sejenis yang ajaran dan gerakannya bertentangan dengan sareat Islam. “Jika ada ajaran yang nyleneh, agar dilakukan pendekatan, dibimbing, dibina. Namun kalau susah, hendaknya harus segera dilaporkan,” ungkap Kepala Kantor Kementrian Agama Kab Purworejo Drs H Bambang Sucipto MPdI.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Rapat koordinasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo, Kementrian Agama Kabupaten Purworejo dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab Purworejo yang bertema Penguatan Fungsi Agama dalam Pembangunan Daerah, yang berlangsung di Pendopo kabupaten hari ini Rabu (6/9).

Disamping itu lanjut Bambang Sucipto, bahkan banyak juga yang mengaku sebagai Rosul. Maka untuk menangkal radikalisme, harus memperkuat ukhuwah Islamiyah ukhuwah wathaniyah. Termasuk melakukan pengawasan secara internal. “Harus segera diatasi jika mulai muncul golongan radikalisme. Gerakan radikal yang masih kecil segera ditindak sehingga tidak melebar menjadi golongan yang besar. Jangan sudah besar, baru ditangani akan menyulitkan nantinya. Kita harus menjaga NKRI dan Pancasila, serta negara bersih dari ISIS dan radikal-radikal lainnya,” harap Bambang.

Sebelumnya Rakor tersebut dibuka Bupati Agus Bastian SE MM, yang juga dihadiri Dandim 0708 Letkol Inf Aswin Kartawijaya, Kapolres AKBP Satrio Wibowo SIK, Sekda Drs Said Romadhon, Ketua MUI KH Abdullah Sarkowi, dan sejumlah ulama.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, para ulama dalam kedudukannya sebagai pemimpin informal di tengah masyarakat memiliki peran yang penting dan strategis, khususnya untuk memperkokoh sendi-sendi etika, moral dan spiritual kehidupan berbangsa dan bernegara. Para ulama tidak saja berperan menjaga moral bangsa dan etika keberagaman, tetapi sekaligus berfungsi untuk mencerahkan, mencerdaskan, dan membimbing umat dengan ajaran dan nilai-nilai Islam. Peran ulama juga sangat strategis dalam membangun karakter bangsa.

“Melihat kondisi saat ini dengan munculnya paham radikalisme, peran ulama dan umara sangatlah diperlukan. Dengan hubungan sinergis antara ulama dan umara ini, masyarakat  akan memiliki landasan yang kuat dalam menghadapi berbagai masalah yang dihadapi, sehingga apabila ada pihak ketiga yang akan membuat kekacauan atau adu domba, dengan cepat bisa diatasi dan ditangkis,” tutur Bupati.

Sementara itu anggota DPRD sekaligus Ketua Fatayat NU Kab Purworejo Rr Nurul Komariyah S.Sos memaparkan materi tentang peranan Ormas terhadap Pembangunan Daerah.Menurutnya, Ormas ikut andil dalam kemajuan daerah terutama pembangunan, melalui ide pikiran untuk kesejateraan masyarakat. Apalagi ormas yang dekat dengan masyarakat sehingga mengetahui aspirasi dari bawah.

“Seperti perlunya memperhatikan guru TPQ, guru agama honorer, untuk diusulkan mendapatkan insentif dari dana APBD, dan alhamdulillah bisa realisasi tahun depan. Termasuk untuk mendukung misi bupati menjadikan Kabupaten Purworejo yang religius. Dengan adanya  program anak beriman di Kabupaten Purworejo pada tingkat SD. Tentu program anak beriman ini agar ditingkatkan pada level SMP,” harap Nurul.

Ketua penyelenggara Kabag Kesra Drs Bambang Sadyo Hastono MH melaporkan, peserta Rakor sebanyak 250 orang dari unsur Muhammadiyah, Ketua PC NU, Pengurus MUI Tingkat Kecamatan, jajaran pejabat kemenag, Camat dan Kepala KUA serta Penyuluh Agama Islam se Kab Purworejo. Sedangkan Rakor bertujuan sebagai wahana silaturahmi para ulama, menguatkan kelembagaan MUI dan meningkatkan sinergitas peranan MUI dan Tokoh Agama sebagai mitra Pemerintah Daerah dan Kementrian Agama dalam mengayomi umat dan mengembangkan kehidupan yang religius serta meningkatkan partisipasi umat dalam pembangunan daerah.

Dalam Rakor itu juga diisi dialog yang antara lain dikeluhkan penyuluh agama Islam menyangkut keprihatinan tentang masih susahnya menangani penyakit masyarakat seperti judi, mabuk-mabukan, seks bebas, dan narkoba.

 

Tambah komentar

Berikan komentar Anda dengan santun dan membangun...Terima kasih


Security code
Refresh

WAKIL BUPATI

Sub Domain Instansi

Layanan Publik Online

sirup.lkpp.go.id


sirup.lkpp.go.id


lpse.purworejo.go.id


jdih.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


Yang Online

Ada 110 tamu online