Gustanul Arifin : RSUD Bagaikan Puskesmas Raksasa

Upaya RSUD Dr.Jtitrowardojo Purworejo dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, selalu menjadi yang utama. Dari mulai tenaga medis, peralatan kesehatan, pembangunan gedung tambahan hingga ruang kamar inap. Seperti yang dijelaskan Direktur RSUD Drg Gustanul Arifin MKes, untuk pelayanan rawat inap hampir setiap tahun kapasitas kamar inap ditambah. Meskipun kamar inap ditambah tetap saja tidak efektif, sepanjnag rujukan berjenjang tidak jalan “Ini dikarenakan banyaknya pasien yang hanya sakit ringan namun minta rawat inap. Sehingga RS ini bagaikan Puskesmas  raksasa,” tandas Gustanul Arifin pada forum perangkat daerah RSUD Tjitrowardojo  yang berlangsung di Auditorium lantai II RSUD (16/2)

Lebih lanjut Gustanul mengatakan, tentu ini perlu kerjasama dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo yang membawahi Puskesmas. Pasien dengan sakit ringan minta rawat inap, akibatnya yang sakit parah malah tidak bisa rawat inap karena kamar penuh. “Kalau rujukan seperti ini terus, ya akan bermasalah terus. Harapanya kedepan tidak terjadi lagi,  agar RSUD ini benar-benar bisa efektif ,” harapnya

Menurutnya, rencana penambahan ruang kamar inap tahun 2018 akan dibangun tiga lantai dalam dua tahap, dengan melakukan perluasan tanah yang sudah berkoordiansi dengan Kepala Kelurahan Doplang. Demikian juga untuk dokter ortopedi akan ditambah, mengingat pasiennya banyak. “Dokter ortopedi baru ada 1 orang, padahal menangani rawat inap dan rawat jalan. Belum lagi jika melakukan tindakan operasi, membutuhkan waktu operasi minimal dua jam setiap satu pasien. Sehingga yang rawat jalan dan rawat inap harus lama menunggu. Maka akan kami tambah lagi satu dokter ortopedi,” jelas Gustanul.

Dikatakan, untuk tahun ini sudah dibangun bangsal rawat jiwa yang jumlahnya 14 ruang kamar. Apalagi setiap bulan, pasien sakit jiwa jumlahnya mencapai 5600 orang. Bahkan diurutan ke dua terbanyak. “Pasien jiwa memang harus ada penanganan khusus, jika tidak diruangan tersendiri dapat mengganggu kanyamanan pasien lain. Termasuk kami juga menambah 1 dokter jiwa,” paparnya.

Kegiatan dalam rangka rancangan rencana kerja tahun 2018 yang dimoderatori tersebut, juga dihadiri Bupati Purworejo yang diwakili Asisten Administrasi dan Kesra Sekda Purworejo Drs Muh Wuryanto MM, Kabid Bapeda, Kepala cabang BPJS, camat se Kabupaten Purworejo, tokoh ulama, wakil pasien, dan dinas instansi terkait.

Muh Wuryanto mengatakan, untuk angka harapan hidup menunjukkan peningkatan yakni dari 70 tahun menjadi 74 tahun. Namun angka kematian Ibu dan Balita masih tinggi. Hal ini tentu kurang dukungan semua pihak dalam peningkatan derajat kesehatan. “Semua OPD agar padukan dengan masalah kesehatan. Misalnya pertanian melalui program pemanfaatan kebun sendiri dengan tanaman sehat. Demikian juga Dinas pendidikan, apalagi Pak Camat yang langsung terjun di masyarakat. Program apapun agar diintegrasikan dengan derajat kesehatan,” tandas Wuryanto.

Terkait keluhan masyarakat tentang antrian lama pada loket pendaftaran, Wuryanto mengusulkan supaya sistem pendaftaran bisa dibuat efektif. “Bisa dengan menambah loket atau tenaga pendaftar, sehingga masyarakat tidak harus subuh-subuh datang mengantri lama. Tentu ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk sehat sudah meningkat,” tuturnya.

Gustanul dalam menanggapi hal itu, akan membuat sistem pendaftaran yang efektif dan telah direncanakan yakni dengan sistem online. Nantinya masyarakat cukup lewat sms atau sejenisnya  dalam melakukan pendaftaran untuk periksa rawat jalan.