Get Adobe Flash player
Home News Seputar Pembangunan Sejumlah Perempatan Lalin Dipasang CCTV

Sejumlah Perempatan Lalin Dipasang CCTV

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo Drs Agus Budi Supriyanto MSi mengatakan, sejumlah perempatan di Kabupaten Purworejo yang tingkat kepadatan lalu lintasnya tinggi, diberi pemantau dengan memasang Camera Closed Circuit Television (CCTV). Diantaranya perempatan Jatimalang Purwodadi, perempatan Cangkrep, Berengkelan, Mranti Purworejo, perempatan Satpol PP, dan perempatan terminal induk.  “Memang kita ranahnya sudah harus pakai Information technology (IT), maka kita wujudkan dengan pemantauan melalui CCTV,” jelas Agus Budi saat ditemui diruang kerjanya pada hari ini Jum’at (4/2).

 

Menurutnya, pemasangan CCTV bertujuan sebagai pemantau kepadatan lalu lintas dan evaluasi pengaturan lampu lalu lintas. Juga untuk mengetahui jika terjadi trouble di perempatan. Maka harus segera berkoordinasi dengan Satuan lalu Lintas (Satlantas) Polres Purworejo untuk melakukan rekayasa lalu lintas. “Seperti pada musim mudik Lebaran sangat mungkin terjadi kemacetan yang harus ditangani segera dalam mengurai kemacetan menjadi lancar. Sehingga sangat dibutuhkan pemantau melalui CCTV,” ujarnya.

Agus Budi menambahkan, pemantaun lalu lintas dengan CCTV cukup dilihat dari kantor Dinas Perhubungan. Untuk pengecekan hasil rekaman CCTV, dilakukan setiap satu bulan sekali dikantor Dishub. Sedangkan evaluasi tentang ketertiban berlalu lintas dilakukan tiga bulan sekali. “Bisa juga sewaktu-waktu rekaman CCTV dibuka,  namun kalau ada kepentingan yang mendesak. Misalnya ada kasus kejahatan terjadinya tabrak lari atau kejahatan lain. Tentu kepentingan yang urgen seperti ini, harus kita bantu untuk mendapatkan keterangan kejadian yang  sebenarnya,” ungkap Agus Budi.

Terkait pelanggaran lalu lintas Agus Budi menegaskan, sejauh ini CCTV belum untuk memantau pelanggar lalu lintas bagi pengguna jalan. “Tapi tidak menutup kemungkinan, jika akan digunakan untuk tilang tentu bisa saja. Hanya saja harus disertai dengan MoU dengan Polres dan Pengadilan Negeri. Yang jelas CCTV fungsinya saat ini, untuk mendukung kelancaran lalu lintas di Purworejo terutama pada perempatan-perempatan padat lalu lintas,” paparnya.

Agus Budi mengingatkan, disamping CCTV Dishub juga memasang pelican crossing atau sering disebut tombol penyebarangan yang merupakan fasilitas penyeberangan yang dilengkapi dengan lampu lalu lintas. Pelican crosing berbeda dengan zebra cros, karena pelican crossing memiliki tombol untuk mengaktifkan lampu lalu lintas yang terpasang pada tiang lampu lalin. Bila tombol dipencet maka beberapa saat kemudian lampu bagi pejalan kaki diaktifkan dan menjadi hijau bagi pejalan kaki, dan merah untuk lalu lintas kendaraan. “Sayangnya belum banyak masyarakat yang menggunakan tombol penyeberangan ini, padahal ini sangat membantu keselamatan orang yang menyeberang jalan,” tuturnya.

Dijelaskan, di Kabupaten Purworejo ada tiga lokasi pemasangan pelican crossing yaitu di penyebarangan anak sekolah di Grantung Bayan, di depan RSUD Dr.Tjitrowardojo, dan di depan Masjid Agung Darul Muttaqin  Purworejo. Dari tiga lokasi ini, hanya Grantung yang sudah aktif dipakai. Sedangkan yang dua belum banyak dimanfaatkan. “Kami sudah lama melakukan sosialisasi, saya harapkan masyarakat dapat menggunakan pelican crossing atau tombol penyeberangan ini, tentunya untuk keselamatann si penyeberang jalan sendiri. Caranya sangat mudah pencet tombol pelican crossing kemudian akan menyala lampu hijau yang artinya siap menyeberang dan lampu merah yang artinya berhenti bagi kendaraan yang akan melintas,” harap Agus Budi.

 

Komentar  

 
0 #2 ardy 2017-02-06 13:35
Seharusnya di tambah. Perempatan jln setiabudi (pojok alun2), perempatan jl.Diponegoro Kutoarjo, sebelah barat alun2 Kutoarjo, perempatan BRI kutoarjo. Di buat timer, agar pengendara kendaraan tahu & lebih tertip, aman.
Quote
 
 
0 #1 Faishal 2017-02-05 14:20
selamat siang, semoga Kabupaten Purworejo selalu maju dan berkembang. Amiin
maksud dan tujuan pemasangan pelican crossing sangat baik dan membantu pejalan kaki yang ingin menyebrang. Namun kita tahu, kurangnya petugas atau penjaga yang minimal bisa membantu para pejalan kaki untuk menggunakan pelican crossing, dikarenakan banyak masyarakat purworejo yang awam tentang hal ini.
saya hanya melihat ada satu petugas yang ditempatkan di masjid agung kauman, selebihnya saya belum melihat petugas lain yang ditempatkan di RS Tjitrowardojo maupun di grantung. Ada juga persoalan yang mendasar bagi pengguna kendaraan bermotor di purworejo, belum adanya kesadaran untuk mematuhi rambu lalin. apalagi di depan RS Tjitrowardojo, ramainya pengguna kendaraan bermotor yang lalu lalang tanpa mengindhakan pejalan kaki yang ingin menyebrang.
semoga kedepan purworejo lebih baik lagi, mohon maaf apabila ada kalimat saya yang kurang berkenan.
terimakasih. salam berirama
Quote
 

Tambah komentar

Berikan komentar Anda dengan santun dan membangun...Terima kasih


Security code
Refresh

WAKIL BUPATI

Sub Domain Instansi

Layanan Publik Online

sirup.lkpp.go.id


sirup.lkpp.go.id


lpse.purworejo.go.id


jdih.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


Yang Online

Ada 141 tamu online