Get Adobe Flash player
Home News Seputar Olahraga Jolenan Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Jolenan Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Ribuan warga masyarakat tumpah ruah menyaksikan tradisi Jolenan Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Selasa (31/10). Masyarakat berebutan aneka makanan olahan dan hasil bumi disepanjang jalan yang dilalui arak-arakan sejauh 7 kilometer lebih.

Jolenan yang dihadiri Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM, Kapolres AKBP Teguh Tri Prasetya dan jajaran muspida serta OPD, mendapat perhatian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Perhelatan jolenan ditandai dengan penyerahan Surat Penetapan Jolenan Somongari sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonenesia oleh Mendikbud.

Sertifikat bertanggal 27 Oktober 2016 dengan nomor 63379/MPK.E/KB/2016 diserahkan oleh perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Tengah Bambang Supriyono kepada Bupati Agus Bastian. "Adanya penetapan ini bukan berarti tugas bapak ibu sekalian selesai. Pemkab harus selalu mengaktualisasi Jolenan Somongari melalui berbagai kegiatan diantaranya kirab budaya, seminar, dialog, workshop dan kegiatan lain yang berdampak pada perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan jolenan Somongari sebagai kebanggaan masyarakat Kabupaten Purworejo," ungkap Bambang.

Dibandingkan pelaksanaan sebelumnya, tahun ini terasa istimewa karena panitia penyelenggara lebih mengetatkan aturan keikutsertaan jolen. Pemanfaatan kembali bambu dan janur atau daun pisang menggantikan kayu permanen yang sebelumnya kerap dipakai. Selain itu, hiasan haruslah dari alam dimana diharamkan penggunanan bahan-bahan jadi yang tinggal dipasang.

"Maksud dari dikembalikan lagi penggunaan alami seperti bambu dan sebagainya karena kita ingin mengembalikan semangat kebersamaan diantara warga. Membuat jolen dari bambu itu perlu kebersamaan dan gotong royong diantara banyak warga, dimana ada pembagian tugas dimana ada yang membuat jolen, menghias dan sebagainya," kata  salah seorang panitia, Kemijo.

Jolenan merupakan tradisi 2 tahunan diperingati setiap bulan Sapar di hari Selasa Wage sebagai bentuk ucapan syukur atas hasil bumi yang diperoleh warga. Desa Somongari selama ini dikenal sebagai sentra penghasil manggis dan durian serta hasil bumi lainnya.

Jolenan sendiri berasal dari akronim Jawa 'ojo lalen' atau jangan lupa terhadap Sang Pencipta yang telah memberikan kesuburan dan curahan hasil yang melimpah. Jolenan atau dikenal juga sebagai Saparan bisa dikatakan pula sebagai bentuk doa agar kesejahteraan dan keselamatan seluruh warga Somongari tetap terjaga.

 

Pemutakhiran Terakhir (Selasa, 31 Oktober 2017 15:49)

 

Tambah komentar

Berikan komentar Anda dengan santun dan membangun...Terima kasih


Security code
Refresh

WAKIL BUPATI

Sub Domain Instansi

Layanan Publik Online

sirup.lkpp.go.id


sirup.lkpp.go.id


lpse.purworejo.go.id


jdih.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


Yang Online

Ada 79 tamu online