Get Adobe Flash player
Home News Seputar Kesehatan Prihatin Lingkungan Tercemari Miras dan Narkoba

Prihatin Lingkungan Tercemari Miras dan Narkoba

Salah satu pelajar Purworejo merasa prihatin karena lingkungan tempat tinggalnya di Pituruh dalam kategori lingkungan yang tidak sehat. Karena banyak orang yang merokok, yang minuman keras, bahkan ada juga yang narkoba. “Lingkungan seperti ini sangat mengganggu dan meresahkan, apalagi kami masih dalam usia pertumbuhan yang membutuhkan lingkungan yang sehat dan baik. Lalu apa dan bagaimana untuk menjadikan lingkungan sehat, mohon solusinya,” tanya Cdr yang merupakan pelajar SMA.

 

Pertanyaan itu dilontarkan pada kegiatan Rapat koordinasi Germas yang bertema sukseskan Germas Kabupaten Purworejo di Pendopo Kabupaten Purworejo pada hari ini Senin (11/9). Pertanyaan itu langsung mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Komisi D Kabupaten Purworejo Rr Nurul Qomaryiah SSos, yang mengaku sangat prihatin dengan kondisi lingkungan yang kurang sehat. Namun memang harus ada pencegahan bisa melalui regulasi maupun bentuk kegatan-kegiatan pencegahan.

Dikatakan Nurul, pelajar sebagai generasi muda penerus bangsa tepat sekali untuk ikut andil dalam pembangunan, seperti dalam penciptaan lingkungan sehat. “Adanya kasus seperti itu, bisa disampaikan kepada pemerintahan desa sebagai masukan. Mungkin bisa ditempuh dengan membuat peraturan desa tentang pelarangan penduduk desa untuk tidak mengonsumsi minuman keras, penggunaan narkoba,” jelasnya.

Menurutnya, kalau merokok sulit sekali dihentikan banyak ditemui dilingkungan kerja, tempat umum, dan lainnya. Bahkan telah banyak diingatkan merokok sangat berbahaya bahkan mengakibatkan kematian, namun tetap saja perokok selalu ada. “Salah satunya membuatkan tempat atau ruang khusus bagi perokok, sehingga asapnya tidak terhirup orang lain,” katanya.

Nurul juga menanggapi Kepala Puskesmas Kemiri drg Edy Sucipto yang menanyakan hambatan dana untuk mensukseskan Germas. Dikatakan Nurul, mengingat Germas merupakan gerakan nasional tentu juga harus didukung termasuk anggaran, sarana dan prasarananya. Rencana kegiatan yang mendukung Germas bisa diusulkan melalui Musrenbang atau rapat koordinasi di tingkat kabupaten.

Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan dr Kuswantoro MKes, kalau terdapat lingkungan tidak sehat dengan maraknya rokok, miras, narkoba yang paling penting jangan ikut bergabung. Bisa juga melaporkan kepada aparat keamanan yang ada di desa dari Koramil dan Polsek seperti babinsa dan lainnya. “Nantinya agar Babinsa berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan,” ujarnya.

Menurut Kuswantoro, Germas yang diprakarsai Presiden Jokowi diharapkan dapat sukses membawa Indonesia masuk 5 negara terbesar dalam kategori kesehatan. Yakni dari pemerintah pusat hingga daerah harus mampu selesaikan persoalan kesehatan dan beban secara cepat. Tidak ada lagi gizi buruk dan hidup dalam kemiskinan. “Untuk itu di Purworejo jangan ada gizi  buruk karena kurang makan,” harapnya.

Sementara itu Staf ahli bupati Drs Tri Handoyo menegaskan, perlunya Germas mendapat dukungan dari semua stake holder semua elemen masyarakat. Ada 7 cara yang dapat direalisasikan dalam Germas antara lain melakukan aktifitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban. Dan mulailah perilakuk hidup sehat dari diri kita masing-masing, keluarga, masyarakat, sehingga Indonesia sehat 2045 dapat tercapai.

Rakor Germas dibuka Bupati yang diwakilkan Kabag Kesra Drs Bambang Sadyo Hastono MH mengatakan, Pemerintah telah mencanangkan Germas, dalam rangka penguatan pembangunan kesehatan yang mengedepankan upaya promotif-preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat. Germas bertujuan untuk menurunkan beban penyakit, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk, dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan.

Ketua penyelenggara Sigit Joko Purnomo SSos melaporkan, rakor Germas diikuti 200 peserta terdiri Camat, Kepala Puskesmas, Kepala UPT Dikpora, Ketua TP PKK, Organisasi masyarakat dari Fatayat dan aisyiah, serta pelajar sekolah mulai SMA, SMK, MA juga SMP. Sedangkan Rakor bermaksud, untuk emnyamakan persepsi dan memberikan pemahaman kepada para peserta sehingga masyarakat dapat menyebarluaskan program gerakan hidup sehat. Tujuannya mendorong masyrakat meningkatkan seluruh komponen masyarakat.

 

Tambah komentar

Berikan komentar Anda dengan santun dan membangun...Terima kasih


Security code
Refresh

WAKIL BUPATI

Sub Domain Instansi

Layanan Publik Online

sirup.lkpp.go.id


sirup.lkpp.go.id


lpse.purworejo.go.id


jdih.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


Yang Online

Ada 66 tamu online