Get Adobe Flash player
Home News Seputar Kesehatan Purworejo Ditarget Eliminasi Malaria

Purworejo Ditarget Eliminasi Malaria

Kabupaten Purworejo yang memiliki catatan kasus malaria tertinggi se Jawa, kini ditargetkan dapat masuk eliminasi malaria pada tahun 2021. Sehingga dalam waktu 4 tahun diupayakan pelaksanaan pencegahan penyakit malaria. Terutama didaerah fokus yakni di Kecamatan Kaligesing, Bener, Gebang, Loano, dan Kecamatan Bagelen.

Hal itu terungkap pada kegiatan pertemuan sosialisasi pencegahan malaria didaerah fokus yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten Purworejo hari Rabu (29/8). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah itu melibatkan 6 kabupaten yakni Magelang, Kebumen, Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, dan Purworejo.

 

Kabid Pencegahan dan Pegendalian Penyakit (P2P) Dinkes Prov Jateng dr Tatik Nurhayati MSi mengatakan, harapannya target bisa tercapai di tahun 2021. Maka perlunya dilakukan sosialidsasi lebih banyak, termasuk kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Purworejo. Catatan kasus malaria hingga Juli 2017 sebanyak 109 kasus, sedangkan pada Desember 2016 tercatat 392 kasus. “Mudah-mudahan tahun ini menurun jumlah kasus malarianya. Selain sosialisasi juga diupayakan adanya juru malaria desa, semprot, dan lainnya,” harapnya.

Menurutnya, untuk menuju eliminasi juga ditempuh dengan cara droping kelambu berinsektisida dari pemerintah pusat dan dari pemprov Jateng. Jumlahnya mencapai sekitar 55 ribu kelambu terdiri 30 ribu dari pusat dan 25 ribu dari prov Jateng. Rencananya akan disalurkan pada November mendatang untuk dapat dimanfaatkan di daerah fokus.

“Tentu kelambu berinsektisida ini harus ada langkah dari Puskesmas antara lain penyusunan rencana aksi, pengamatan sebelum dan sesudah memakai kelambu, monitoring dan evaluasi. Upaya ini bisa berhasil kalau didukung semua lintas sector, maka kami libatkan camat dan kepala desa,” tansa Tatik.

Sementara itu Kepala Dinkes Purworejo dr Kuswantoro MKes mengaku telah melakukan pengendalian dan pemberantasan seperti mengobati penderita malaria dengan memberikan obat yang sama, melakukan penyemprotan, dan memberikan penyadaran pentingnya penggunaan kelambu. Juga tersedianya sumber daya manusia yakni tenaga medis, serta juru malaria desa. Untuk juru malaria desa masih sangat terbatas sehingga dengan jumlah 31 orang belum mampu manjangkau semua desa yang ada.

“Tentunya  tidak hanya pada mengobati yang sakit, tapi yang lain juga harus dipikirkan. Sehingga upaya kami lebih pada pencegahan bagaimana bisa melindungi diri sendiri supaya tidak tergigit malaria. Arahnya sosialisasi, advokasi, pemberdayaan masyarakat, dan alokasi anggaran, serta evaluasi,” jelasnya.

 

Tambah komentar

Berikan komentar Anda dengan santun dan membangun...Terima kasih


Security code
Refresh

WAKIL BUPATI

Sub Domain Instansi

Layanan Publik Online

sirup.lkpp.go.id


sirup.lkpp.go.id


lpse.purworejo.go.id


jdih.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


Yang Online

Ada 105 tamu online