Get Adobe Flash player
Home News Seputar Kesehatan Anak Penderita Thalassemia Kesulitan Berobat

Anak Penderita Thalassemia Kesulitan Berobat

Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia (Popti) Kabupaten Purworejo mengeluhkan, kesulitan berobat di Rumah Sakit di Purworejo. Terutama tidak adanya bangsal khusus untuk anak-anak pengidap penyakit thalassemia. “Apalagi di Purworejo jumlah sementara anak yang menderita thalassemia mencapai 25 anak. Tentu butuh perlindungan dan keamanan dalam berobat," usul Supriyati yang terpilih sebagai Ketua Popti Kabupaten Purworejo, pada kegiatan pembentukan pengurus Popti, di Kantor PKK kabupaten.

 

Menurutnya, Thalassaemia adalah kelainan sel darah merah. Sel darah merah tidak dapat bertahan lama dan mudah rusak sehingga tubuh membutuhkan transfusi darah. Hingga saat ini, penyakit tersebut belum ada obatnya. Penderitanya mayoritas anak-anak, yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan transfusi darah ketika anak terlihat pucat dan lesu. “Kami berharap ada bangsal khusus untuk penderita Thalassaemia agar tidak tercampur dengan pasien lain. Karena proses transfusi tidak membutuhkan waktu lama,” ujarnya.

Dikatakan, bangsal khusus sudah berlaku didaerah lain, sehingga Popti usulkan bangsal khusus di RSUD Dr Tjitrowardojo. Mengingat pengidap Thalassaemia harus secara rutin melakukan transfusi darah. Bahkan dalam satu bulan bisa lebih dari satu kali. "Kami khawatir jika dicampur dengan pasien-pasien lain akan mudah tertular penyakit. Sebab pada saat transfusi rawan tertular penyakit lain," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Purworejo, H Rujiyanto mengaku siap menjembatani dan memberikan apresiasi terhadap terbentuknya Popti Kabupaten Purworejo. Menurutnya, penyakit tersebut belum begitu familier di telinga publik. “Dengan adanya Popti ini, saya yakin akan banyak memberikan manfaat bagi penderita Thalassaemia. Salah satunya adanya kemudahan menjalin komunikasi untuk penanganan Thalassaemia di Purworejo," harapnya.

Selain sebagai media komunikasi internal lanjut Rujianto, Popti juga memiliki peranan strategis untuk menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait seperti Pemkab, DPRD, Dinkes, Dinsos, PMI maupun BPJS. Ada banyak persoalan yang harus mereka hadapi. Kadang kekurangan stok darah, kekurangan biaya hingga rumah sakit penuh. “Sehingga ketika penderita harus mendapatkan transfusi seringkali mengalami kendala. Dengan berdirinya Popti ini tentu masalah-masalah tersebut akan dapat teratasi,” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Komisi D DPRD Kabupaten Purworejo, Dinas Kesehatan, PMI, BPJS Kesehatan serta RSUD Tjitrowardojo.

 

Tambah komentar

Berikan komentar Anda dengan santun dan membangun...Terima kasih


Security code
Refresh

WAKIL BUPATI

Sub Domain Instansi

Layanan Publik Online

sirup.lkpp.go.id


sirup.lkpp.go.id


lpse.purworejo.go.id


jdih.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


Yang Online

Ada 90 tamu online