Get Adobe Flash player
Home News Seputar Ekonomi Sobekan Kain Jadi Asesoris Mahal

Sobekan Kain Jadi Asesoris Mahal

Mengubah sobekan kain tak terpakai bisa menjadi asesoris yang memiliki nilai jual mahal. Sepintas hanya sesobek kain, namun ketika diotak atik tangan-tangan terampil menjadi asesoris berbentuk bunga cantik. Biasa dipakai untuk hiasan pada kerudung juga bisa sebagai hiasan baju, dan sebagainya. Harganya berkisar antara Rp.6 ribu hingga 15 ribu.

Cara mengolahnyapun tidak terlalu sulit dengan peralatan sederhana, seperti yang dipraktekkan pengurus PKK kabupaten Ny Widiati Sriyono dalam memandu pelatihan keterampilan membuat bros yang berlangsung digedung sasanakriya komplek pendopo Kabupaten Purworejo. Peralatan yang dipersiapkan antara lain kain perca atau sobekan-sobekan kain sisa jahitan, benang, jarum, lem kain serta mote atau putik bunga sebagai pelengkap hiasan.

Pembuatannya diawali dengan memilih kain lalu, dijahit dari posisi dalam sehingga tampak rapi. Setelah itu  dibentuk menyerupai bunga atau sesuai selera, untuk menambah indah bisa ditambah dengan mote, putik bunga atau sejenisnya. “Bisa dijahit, atau bisa juga dilem menggunakan lem khusus kain. Kemudian proses akhir diberi penjepit seperti peniti, dan siap dipakai maupun dipasarkan,” kata Ny Widiati yang didampingi Ketua Himpaudi Siti Muflikhah SSi selaku narasumber dalam membuat hantaran.

Sebelumnya pelatihan keterampilan bros dan hantaran tersebut, dibuka Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Ny Riri Fatimah Verena Prihastyari SE yang berharap pelatihan dapat mencetak kader-kader PKK desa untuk mendapat peluang usaha melalui keterampilan. Apalagi pesertanya dari desa yang masih masuk dalam daftar desa merah. Artinya ini merupakan upaya peningkatan sumber daya manusia untuk bisa lebih maju masyarakatnya menuju sejahtera sehingga bisa sejajar dengan desa yang lain.

“Bukan tidak mungkin jika ditekuni usaha sekecil apapun pasti akan ada hasilnya, termasuk asesoris bros dan merangkai hantaran karena sekarang banyak kaum perempuan menyukai asesoris bahkan sering dipakai sebagai pelengkap kerudung. Juga hantaran sekarang sudah seperti keharusan dalam setiap acara lamaran dalam pengantin. Tentu ini bisa ditangkap sebagai peluang untuk meningkatkan keterampilan juga kemauan yang orientasinya kesejahteraan,” harap Ny Riri.

Sementara itu Ny Marhaeni Setyarso Widodo menjelaskan, peserta yang mengikuti pelatihan sejumlah 60 orang merupakan perwakilan desa merah dari 16 kecamatan, desa  yang mendapatkan kegiatan P2MBG. Tujuan pelatihan, selain untuk mengentaskan desa merah menuju kesejahteraan keluarga. Dengan tercapainya setiap keluarga bisa sejahtera maka akan tercapai pula desa yang sejahtera.

 

Tambah komentar

Berikan komentar Anda dengan santun dan membangun...Terima kasih


Security code
Refresh

WAKIL BUPATI

Sub Domain Instansi

Layanan Publik Online

sirup.lkpp.go.id


sirup.lkpp.go.id


lpse.purworejo.go.id


jdih.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


Yang Online

Ada 119 tamu online