Get Adobe Flash player
Home News Seputar Ekonomi Dihimbau Produk Gula Kelapa Tidak Pakai Zat Kimia

Dihimbau Produk Gula Kelapa Tidak Pakai Zat Kimia

Kebutuhan gula kelapa terus meningkat, tidak hanya untuk wilayah Kabupaten Purworejo namun juga luar daerah Purworejo bahkan hingga ekspor ke negara lain. Salah satunya yang terus diburu dari beberapa negara di luar negeri yakni produk gula semut dari Purworejo yang penyuplainya dipusatkan di Koperasi Wanita Srikandi. Salah satu syaratnya yang harus dipenuhi tidak memakai zat kimia apapun, baik pengawet, pengenyal, dan lainnya.

Hal itu diungkapkan Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Purworejo Kendrasmoko S.Sos MSi, pada pelatihan pembuatan gula kristal di Desa Jogoboyo Kecamatan Ngombol, kemarin. Hadir pula Kabid Koperasi dan UMKM Dinkoperindagpar Dra.Titik Mintarsih MPd, Plt Camat Purwodadi Haryanto S.Sos, dan Sekdes Jogoboyo Rusmawan.

Kendrasmoko mengatakan, penggunaan bahan kimia sebagai campuran gula merah, makanan, sayuran dan lainnya tentu sangat membahayakan bagi kesehatan. Bahkan tidak jarang si pembuat gula sendiri tidak mau mengonsumsinya, karena tahu kandungan zat kimianya. “Tapi yang perlu di ingat bahwa apa yang diperbuat akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Artinya serapi-rapinya berbuat merugikan orang lain, pasti akan ada keadilan dari Tuhan. Kalau mau sadari itu, harus berani untuk tinggalkan zat kimia, agar menjadi berkah setiap nafkah yang didapat,”  ujarnya.

Kendrasmoko mengaku kagum Desa Jogoboyo memiliki jalur yang strategis, karena letaknya dijalur deandels. Tentu ini merupakan peluang ekonomi yang harus direspon masyarakat. Selain nantinya diharapkan produk gula semut, Desa Jogoboyo bisa dirancang menjadi kampung gula merah, gula semut, clorot dan lainnya. Apalagi berdekatan dengan wisata hutan mangrove tanjung api-api Kulonprogo. Bahkan jalan untuk mencapai lokasi mangrove, harus melewati Desa Jogoboyo.

“Maka bisa memanfaatkan peluang itu dengan kuliner yang menyuguhkan snack atau makanan khas Desa Jogoboyo. Harus optimis untuk bisa maju dan sejahtera. Termasuk akan dibangunnya bandara internasional. Jangan malah jadi penonton dengan berkembangnya ekonomi, tapi harus bisa jadi pemain dengan peluang-peluang bisnis,” harap Kendras.

Sementara itu Kepala Dinas Koperindagpar Dra.Suhartini MM melalui Titik Mintarsih mengatakan, kegitan pelatihan gula semut merupakan salah satu upaya membangun ekonomi kuat  melalui ekonomi kemasyarakatan. Potensi gula semut sudah ekspor dan masih sangat dibutuhkan, karena jumlah yang dibutuhkan untuk diekspor masih kurang. Gula semut harus herbal, kalau ada campuran kimia tidak bisa.

Menurutnya,  untuk mengeluarkan sebuah produk harus memperhatikan antara lain kualitas produk harus sehat yang mengonsumsi jadi sehat, packing kemasan yang rapi dan menarik karena kesan pertama pada tampilan kemasan,  promosi supaya dikenal luas, pemasaran agar tidak lewat pengijon, dan berizin PIRT, halal, dan lainnya. “Untuk pengurusan izin akan dilayani di Dinas Koperindagapar. Sedangkan tempat packing yang terkenal bagus yakni di Jogja. Kalau akan melihat dan belajar secara langsung packing, kami siap mengantar ke Jogja,” tandas Titik.

Sementara itu Plt Camat Purwodadi Haryanto S.Sos merespon positif dengan pelatihan pembuatan gula semut. Terutama untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Apalagi masyarakat optimis untuk bisa maju dan berkembang. Pembuatan gula kelapa di masyarakat bukan hal baru, hanya perlu pengembangan menjadi nilai jual lebih dengan meningkatkan menjadi gula semut, sehingga secara bisnis lebih menguntungkan. “Tentu harapannya tidak hanya di Desa Jogoboyo, tapi bisa desa-desa lain di wilayah Kecamatan Purwodadi,” tandas Haryanto yang ikut berbaur dengan 40 warga membuat gula semut.

 

Tambah komentar

Berikan komentar Anda dengan santun dan membangun...Terima kasih


Security code
Refresh

WAKIL BUPATI

Sub Domain Instansi

Layanan Publik Online

sirup.lkpp.go.id


sirup.lkpp.go.id


lpse.purworejo.go.id


jdih.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


ppid.purworejo.go.id


Yang Online

Ada 122 tamu online